Hutan berfungsi sebagai penyeimbang alam; namun manusia dengan keserakahan, kerakusan, dan egoismenya sendiri sengaja merusak hutan, melakukan penebangan liar, dengan motivasi hanya UANG semata….
Kerusakannya benar-benar dahsyat !! bayangkan 5 kali lapangan bola per jam…. Akibatnya?? Banjir, longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan yang mendunia adalah pemanasan global. Bandung dan puncak yang dulunya begitu dingin sekarang tidak ada lagi. Bogor yang terkenal sebagai kota hujan sekarang sudah tidak menentu dan terkena banjir pula. Dan yang terakhir adalah bencana Wasior.
Hal ini harus di STOOOOPPPPP !!!!!
Cara terbaik dalam memberikan kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup dan hutan adalah harus dimulai sejak dini. Artinya pemerintah harus memiliki kepekaan dengan memberikan perhatian khusus akan kelestarian lingkungan ini sejak dini. Selain sekolah dengan memasukkan pendidikan akan kelestarian alam didalam kurikulum, diperlukan juga suatu wahana tempat untuk memberikan pengetahuan dan pembelajaran khusus dengan lebih detail dan nyata (Audio Visual), yaitu dengan didirikannya MUSEUM.
Museum yang baik harus berfungsi untuk mengumpulkan dan memberikan informasi kepada khalayak atas apa yang terjadi dulu, sekarang dan kemungkinan masa depan. Di berbagai negara telah banyak dibangun Museum Kehutanan yang berfunsi sebagai tempat pembelajaran, contohnya :
- Jepang dan Korea Selatan :
Jepang dan Korea Selatan adalah sebuah contoh negara yang tidak memiliki tanah seluas Indonesia dan juga tidak memiliki hutan selengkap Negara Republik Indonesia, namun memiliki kesadaran untuk memberikan hal terbaik bagi generasi yang akan datang akan pentingnya hutan dan sejarah hutan itu sendiri. Di Jepang terdapat Museum Kehutanan (Mori Hakubutsukan), di kota Fuchu, Tokyo. Lihat Museum kehutanan di Korea Selatan :
- Brunai Darussalam.
Bahkan Negara sekecil Brunei Darussalam juga telah memiliki Museum Kehutanan. Selain menjadi tempat untuk penelitian pada sumber daya kehutanan, juga salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi di Brunei Darussalam. Terletak di Distrik Belait. Museum Kehutanan didirikan pada tahun 1986 dan dicatat dalam “Museum of the World”. Di dalam, ada beberapa galeri yang menampilkan berbagai jenis hutan di negeri ini, sejarah hutan, berbagai jenis spesies pohon komersial dan tujuan mereka, koleksi serangga dan kehidupan liar. Terdapat juga pameran-pohon sumber daya yang tidak berasal dari hutan, itu. Museum juga memainkan peranan penting di bidang pendidikan menyebarkan informasi tentang peran hutan serta memberikan kontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat. Sejak pembentukannya, Museum Kehutanan telah sering menerima pengunjung dari dalam dan luar negeri, terutama siswa/pelajar. Silakan kunjungi situs: http://www.aseancultureandinformation.org/coci/atn1.php?id=306
- Brazil
Brazil telah menyadari potensi hutannya yang luar biasa dan sejak tahun 1927 telah mendesain Museum Kehutanan Brazil, yang pada tahun 1931 museum tersebut diresmikan. Kemudian pada tahun 1948 nama museum kehutanan tersebut di ganti menjadi FORESTRY MUSEUM “OCTAVIO VECCHI”, sebagai penghormatan kepada beliau sebagai konseptor dan pendiri museum tersebut. Lihat laman : http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=pt|en&u=http://museuflorestal2007.blogspot.com/
- Masih banyak negara lainnya yang membuat museum kehutanan atau yang terkadang biasa disebut « Mueum Natural History » dan dapat menjadi kebanggaan bangsa masing-masing dan setidaknya tercatat dalam . Namun yang menjadi ironi bahwa nama Indonesia sama sekali tidak tercantum dalam Wikipedia tersebut. Silakan di buka. : http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_natural_history_museums
MUSEUM KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA yang baik dan representatif haruslah dimiliki oleh bangsa Indonesia, bukan hanya milik Departemen Kehutanan RI tapi milik kita semua sebagai sarana belajar dan berwisata, yang harus bisa di akses pada hari libur.
Selain menjadi objek wisata, fungsi museum disini adalah untuk memberikan pelajaran non-formal kepada segenap lapisan masyarakat akan pentingnya hutan bagi kehidupan. Sehingga konsep keberadaan museum tersebut harus menjelaskan dan menjawab hal-hal berikut :
a). Bagaimana hutan itu tersusun/terjadi berjuta tahun lalu?
b). Apa saja flora dan fauna yang ada didalam hutan ?
c). Fungsi segenap tumbuhan dan satwa di hutan ?
d). Bagaimana keindahan hutan Indonesia jika terjaga dengan baik?
e). Bagaimana kehancuran hutan dan kehidupan terjadi oleh tangan manusia ?
f). Apa efek kehancuran hutan bagi Indonesia dan dunia ?
g). Apa yang seharusnya kita lakukan ?
h). Bagaimana pemeliharaan hutan terjadi ?
i). Apa untungnya kalau hutan itu terjaga ?
j). Bagaimana kita berkontribusi untuk menyetop penebangan tak terencana atau penambang liar ?
k). Hal seni dari hutan lain yang membuat museum ini menarik.
Setidaknya dengan adanya museum ini di harapkan kita dapat memutus mata rantai generasi penebang liar / pebisnis hutan agar sadar. Mungkin orang tua mereka adalah cukong penebangan kayu yang telah membuat kesalahan dengan merusak hutan, tugas kita bersama untuk memutuskan warisan kesalahan yang sama kepada generasi berikutnya.
Memang telah ada museum kehutanan namun keberadaannya sangatlah menggambarkan hal yang kontradiktif dengan keinginan kita melestarikan hutan. Didalam museum kehutanan di gedung Manggala Wanabhakti lebih menggambarkan proses penebangan hutan jati, alat-alat yang digunakan, serta moda pengangkutannya pada Jaman Belanda dahulu. Dengan demikian kita hanya akan mendapatkan suguhan penebangan hutan jati di Pulau Jawa.
Mari kita dukung pembangunan MUSEUM KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA. Karena usulan ini telah di gulirkan oleh Penulis ke Departemen Kehutanan RI pada tahun 2005 melalui Menteri MS. Kaban, dan kurang mendapat dukungan dari pihak-pihak terkait disana (dengan alasan yang tidak jelas ?? “Tidak punya uang” katanya)…
Kita tahu hal seperti ini mungkin tidak menjadi prioritas pemerintah untuk dilaksanakan sehingga alasan ketiadaan dana menjadi alasan yang utama. Namun perlu kita ingat bahwa sudah banyak perusahaan yang menikmati kekayaan hutan Indonesia, maka seyogyanya mereka harus bertanggung jawab dengan menyisihkan dana yang mereka dapat selain untuk melestarikan hutan kembali, tapi juga untuk mendanai pembangunan museum ini demi masa depan bangsa.
Hutan dan sumber energi adalah titipan anak cucu kita bukan warisan leluhur yang harus dihabiskan atau
dirusak. Kita akan menyesal jika tidak mau berkorban untuk memeliharanya sejak saat ini. Dengan menjaga kearifan alam, maka kita akan dapat menjaga titipan anak cucu kita dan menserahterimakannya dengan baik.
Join Grup FB, Dukung Pembangunan Museum Kehutanan Republik Indonesia : http://www.facebook.com/group.php?gid=188808221489&ref=ts#!/group.php?gid=188808221489&v=info&edit_info=all
Tidak ada komentar:
Posting Komentar